Mengenali Reaksi Tubuh pada Susu Kambing Etawa

Seringkali, ketika mengkonsumsi susu kambing etawa kita tidak menyadari reaksi tubuh pada susu kambing etawa. Sebagian dari Anda mungkin malah merasa panik dan segera menghubungi dokter keluarga guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sebenarnya, Anda tidak perlu panik sebab reaksi ini merupakan reaksi alami yang lazim terjadi. Perlu diketahui, salah satu reaksi yang terjadi di dalam tubuh ketika atau setelah mengkonsumsi susu ini adalah detoksifikasi. Ingin mengetahui lebih lanjut? Anda bisa menyimak penjelasan di bawah ini.

Detoksifikasi

Sebagaimana dijelaskan di atas, salah satu reaksi yang terjadi di dalam tubuh setelah mengkonsumsi susu kambing etawa ini adalah detoksifikasi. Adapun yang dimaksud dengan detoksifikasi adalah proses mengeluarkan racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Detoksifikasi ini nantinya meningkatkan proses pengeluaran toksin atau racun secara alamiah dari dalam tubuh kita. Di dalam proses detoksifikasi ini, yang menjadi sasaran utamanya adalah usus besar dan liver. Perlu diketahui, hampir semua penyakit degeneratif, atau penyakit yang menurunkan fungsi dan kinerja tubuh kita, berhubungan dengan kondisi keracunan di dalam usus. Alasannya adalah setiap jaringan di dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, sedangkan darah mendapatkan makanannya dari usus. Jadi, ketika susu mengalami keracunan maka racun tersebut dengan cepat menyebar ke seluruh tubuh melalui peredaran darah.

Anda mungkin bertanya-tanya mengapa penyebaran ini dapat terjadi dengan cepat. Sebagai informasi, setiap zat yang masuk ke dalam tubuh manusia akan diserap oleh usus dan diedarkan ke seluruh tubuh tidak terkecuali toksin atau racun. Akibatnya, toksin pun juga ikut beredar bersama-sama dengan semua sel ke seluruh tubuh kita. Walhasil, toksin inilah yang kemudian menyebabkan beragam penyakit degeneratif.

Dengan mengkonsumsi susu kambing etawa ini, Anda tentunya menghindarkan diri dari penyakit semacam itu sebab semua toksin tersebut akan keluar dengan sendirinya. Kembali kepada detoksifikasi, adapun manfaat yang didapatkan setelah melakukan detoksifikasi adalah:

  1. Meremajakan kembali sel-sel kulit tubuh, sehingga kulit menjadi bersih, sehat, dan kencang.
  2. Menurunkan berat badan yang berlebihan
  3. Meningkatkan energi dan juga indera penciuman, perasa, serta pendengaran
  4. Mengecilkan sel tumor
  5. Menghilangkan peradangan pada kelenjar getah bening
  6. Meningkatkan daya ingat
  7. Menghilangkan berbagai gejala penyakit
  8. Memperbaiki kadar gula dan juga tekanan darah
  9. Memperbaiki fungsi liver dan ginjal
  10. Meningkatkan daya tahan tubuh

Proses yang Tidak Dapat Dihindari

Melihat penjelasan di atas, proses detoksifikasi ini tampaknya mudah dijalani. Akan tetapi, dalam prakteknya proses ini tidak begitu mudah untuk dijalani. Sebab, dalam periode awal proses detoksifikasi Anda akan merasa seolah-olah mengidap suatu penyakit. Inilah alasannya mengapa mereka yang tidak tanggap akan buru-buru ke dokter untuk memeriksakan dirinya setelah mengkonsumsi susu kambing etawa. Sebenarnya, gejala ini bukanlah gejala dari suatu penyakit tertentu. Justru, gejala ini merupakan awal dari proses menuju kesehatan tubuh yang lebih baik. Yang nama proses tentu saja tidak akan berlangsung singkat dan mudah.

Guna mengenali gejala detoksifikasi ini, ada baiknya Anda memperhatikan ulasan sederhana di bawah ini:

  1. Pada awalnya Anda akan mengalami gejala demam flu.
  2. Selanjutnya, Anda akan mengalami gejala diare atau bahkan sembelit (susah buang air besar). Jika Anda tidak tahan, Anda dapat mengikuti pengobatan berupa enema atau kolonhidroterapi (pencucian usus).
  3. Kemudian, Anda akan mengalami nyeri otot atau sendi yang disertai dengan sakit kepala atau migrain
  4. Tidak hanya itu, Anda juga akan mengalami perasaan mual atau kembung, lesu, dan banyak mengeluarkan lendir.
  5. Di samping itu, Anda akan mengalami gatal-gatal dan jerawat juga akan bermunculan.
  6. Setelah itu, nafas Anda akan menjadi bau dan muncul lapisan tebal pada permukaan lidah. Lapisan tebal ini dapat dibersihkan dengan menggunakan pengerok lidah.
  7. Terakhir, Anda akan merasa kedinginan dan juga mengalami gangguan emosional.

Semua gejala di atas, yang juga dikenali sebagai krisis penyembuhan, tidak akan berlangsung lama. Biasanya, krisis ini hanya akan berlangsung selama dua sampai tiga hari saja. Namun, rentang waktu tersebut bergantung pada kesehatan Anda.

Manfaat Lain

Selain membantu proses detoksifikasi, susu kambing etawa ini juga memiliki beragam manfaat lainnya. Adapun manfaat tersebut adalah sebagai berikut:

Membantu proses penyembuhan penyakit, terutama penyakit berbahaya seperti kanker.

Susu kambing etawa ini mengandung enzim xanthine oxydase dan niasin yang berfungsi mengatasi sel kanker. Jadi, susu kambing etawa ini dengan sendirinya membasmi sel kanker tersebut.

  1. Memperkuat tulang

Kandungan kalsium dalam susu kambing etawa ini enam kali lebih banyak dibandingkan dengan susu lain, seperti susu sapi. Tentunya, mengkonsumsi susu kambing juga akan memperkuat tulang kita.

  1. Membantu produksi insulin

Susu kambing etawa memiliki kandungan A2-betakasein dan  asam amino esensia yang berfungsi untuk membantu kerja pankreas. Jadi, penderita diabetes dapat mengurangi penggunaan suntikan insulin.

  1. Berfungsi sebagai antiseptik alami

Susu kambing etawa memiliki kandungan fluorin sekitar 10 – 100 kali lebih besar dibandingkan dengan susu sapi. Kandungan fluorin yang besar ini tentu saja menekan perkembangbiakan bakteri yang berbahaya di dalam tubuh kita.

  1. Membantu produksi darah merah

Di dalam susu kambing etawa ini juga terdapat kandungan cynokobalamin yang dapat membentuk zat HB. Bagi penderita anemia, kandungan ini tentunya sangat berguna sebab membantu meningkatkan produksi sel darah merah.

Kemasan dan Kisaran Harga

Menilik proses detoksifikasi di atas, Anda, sebagaimana sebagian besar pembaca lainnya, tentunya mulai berminat untuk mengkonsumsi susu kambing etawa ini. Apabila Anda memang berniat mengkonsumsinya, Anda wajib mengetahui tentang kemasan dan kisaran harga, Mengenai kemasan, rata-rata susu kambing etawa ini dikemas dalam bentuk boks dengan bobot kurang lebih sebesar 200 gram. Alternatif kemasan lain yang tersedia adalah sachet. Satu sachet susu kambing etawa ini biasanya memiliki bobot sekitar 10 gram. Semuanya tentu saja tersedia dalam bentuk bubuk. Adapun kisaran untuk susu etawa dengan bobot 200 gram adalah Rp 25.000,00 – Rp 35.000,00 untuk Pulau Jawa dan Rp 30.000,00 – Rp 40.000,00 untuk luar Pulau Jawa.

Setelah membaca penjelasan di atas, tentunya Anda dapat lebih memahami reaksi yang terjadi di dalam tubuh setelah mengkonsumsi susu kambing etawa ini. Jadi, Anda tidak perlu mengkhawatirkan keamanan mengkonsumsi susu kambing etawa ini. Anda pun tidak perlu panik lagi ketika mengalami gejala serupa di atas. Namun, apabila Anda merasa lebih nyaman ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter demi kebaikan diri Anda sendiri. Akhir kata, kita hanya perlu mengenali reaksi tubuh pada susu kambing etawa supaya tidak panik dan menjaga kesehatan tubuh kita dengan lebih baik.

Varian Baru yang Wajib Dicoba: Susu Kambing Etawa Bubuk

Susu kambing etawa bubuk hadir sebagai terobosan baru di dalam pengawetan susu kambing yang satu ini. Tidak dipungkiri, susu kambing etawa memiliki segudang manfaat yang sangat baik bagi kesehatan tubuh kita. Di samping itu, susu kambing etawa ini juga dapat membantu pengobatan berbagai penyakit termasuk penyakit berbahaya sekalipun seperti kanker payudara. Namun, segala manfaat ini hilang begitu saja karena satu hal: pengawetan. Maka dari itu, susu kambing etawa ini dibuat dalam bentuk bubuk supaya dapat disimpan untuk rentang waktu yang lebih lama.

Kelebihan          

Susu kambing etawa sejatinya lebih enak diminum dalam keadaan segar sebab susu tersebut masih mengandung banyak vitamin dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Namun, keadaan segar ini tidak bertahan lama; dalam suhu ruangan, susu kambing etawa bertahan maksimal 3 hari tanpa pengawetan. Maka, untuk menghindari kerusakan susu, susu kambing etawa ini dipanaskan hingga suhu kurang lebih 65O C dan kemudian segera mendinginkannya atau yang dikenal dengan istilah pasteurisasi. Tujuan utama pasteurisasi tentu saja adalah mengawetkan susu kambing ini supaya dapat dinikmati lebih lama, yaitu sekitar tujuh hari (ketika disimpan di dalam kulkas, rentang waktunya bisa bertambah lebih lama). Selain itu, melalui pasteurisasi segala kandungan nutrisi di dalam susu kambing juga tetap terjaga. Hal ini tentu saja penting bagi kesehatan tubuh kita.

Berdasarkan penjelasan di atas, kita memahami bahwa kendala utama dalam mengkonsumsi susu kambing etawa adalah menjaga keawetannya. Guna mengatasi kendala ini, maka beberapa produsen susu kambing etawa mulai mengawetkan susu tersebut dalam bentuk bubuk. Ketika diawetkan dalam bentuk bubuk, susu kambing etawa ini dapat bertahan antara 9 bulan sampai dengan 1,5 tahun. Di samping itu, kandungan nutrisinya pun tetap terjaga. Inilah salah satu kelebihan pengawetan susu kambing etawa dalam bentuk bubuk. Adapun kelebihan lainnya adalah:

  1. Bisa dikonsumsi kapan saja
  2. Bersih, aman, dan higienis
  3. Tidak berbau khas kambing yaitu amis atau prengus
  4. Memiliki banyak varian rasa yang tentunya enak terutama bagi anak-anak
  5. Sangat mudah untuk disajikan

Sebagai tambahan informasi, susu kambing etawa bubuk ini dapat disajikan dengan menggunakan takaran berikut: tuangkan dua sendok susu kambing etawa bubuk untuk satu gelas berukuran 200 ml dan seduh dengan air panas secukupunya. Takaran lain yang dapat digunakan adalah tuang satu sachet susu kambing etawa berbentuk bubuk ini berukuran 25 gram ke dalam gelas berukuran 200 ml dan seduh dengan air panas secukupnya. Jika Anda menyukai rasa manis, Anda dapat menambahkan gula secukupnya.

Alat dan Proses

Untuk membuat susu kambing etawa berbentuk bubuk ini, ada dua cara yang dapat digunakan. Cara yang pertama dikenal sebagai teknik susu goreng, di mana susu kambing etawa cair akan dibuat menjadi bentuk kristal kemudian dihancurkan. Cara ini lazim digunakan dalam produksi rumah tangga. Adapun peralatan yang dibutuhkan adalah:

  1. Panci
  2. Kompor
  3. Wajan
  4. Sendok
  5. Blender

Adapun cara pembuatan susu bubuk dengan menggunakan teknik susu goreng akan dijelaskan di bawah ini:

  1. Tuang susu kambing etawa cair ke dalam panci. Kemudian, nyalakanlah kompor dan tempatkan wajan di atas kompor tersebut
  2. Tuang susu dari panci ke dalam wajan
  3. Panaskan susu kambing etawa ini
  4. Sembari dipanaskan, tambahkan gula pasir dengan proporsi kurang lebih seperempat hingga setengah bobot susu ini. Jumlah gula pasir ini harus diperkirakan Anda sendiri supaya rasanya pas. Jumlah gula ini pun tidak boleh terlalu sedikit atau terlalu banyak.
  5. Setelah gula dimasukkan, aduklah campuran susu dan gula tersebut hingga mengental dan pada akhirnya berubah bentuk menjadi kristal. Dalam tahapan ini, Anda juga dapat menambahkan berbagai macam perisa seperti stroberi, cokelat, vanila dan lain-lain sesuai selera.
  6. Haluskanlah kristal ini menjadi bubuk.

Selanjutnya, cara yang kedua dalam membuat susu bubuk ini adalah cara spray dryer. Cara ini merujuk kepada penggunaan mesin spray dryer yang sebelumnya hanya dapat diaplikasikan oleh pabrik susu berskala besar. Namun, sekarang telah tersedia mesin mini spray dryer yang tentu saja terjangkau terutama oleh industri berskala kecil hingga menengah. Adapun cara membuat susu bubuk dengan menggunakan teknologi mini spray dryer ini adalah sebagai berikut:

  1. Masukkanlah susu kambing cair yang sudah disaring dengan menggunakan kain halus bersih ke dalam wadah penampungan sementara. Wadah penampungan yang digunakan terbuat dari bahan stainless steel sehingga menjaga kebersihan susu kambing etawa. Ukuran wadah ini adalah 150 liter.
  2. Dari wadah ini, susu kambing etawa cair akan dialirkan ke tabung besar berukuran 10.000 liter. Tabung ini memiliki panas di atas 150 derajat. Teknik pemindahan ini disebut dengan nama teknik spray yang dalam bahasa Indonesia berarti menyemprot, sebab susu kambing cair tersebut disemprotkan ke dalam partikel kecil atau nano sehingga tampak seperti kabut halus.
  3. Uap susu akan lari ke atas, kemudian susu cair yang sudah berubah bentuk menjadi susu bubuk ini akan jatuh ke bawah dalam bentuk partikel halus. Partikel halus ini selanjutnya dihisap menuju ke tabung kedua yang berkapasitas 5.000 liter untuk dikeringkan. Di akhir tahapan ini, susu bubuk siap saji akan tersedia

Biasanya, mesin yang digunakan berjumlah dua unit dengan dua jenis kapasitas operasi. Kapasitas mesin yang pertama dapat memproses 50 liter susu kambing cair per jam dengan hasil 5-10 kg susu bubuk kambing etawa, sedangkan kapasitas mesin yang kedua dapat memproses 10 liter susu kambing cair per jam dengan hasil 1-2 kg susu bubuk kambing etawa. Supaya mendapatkan hasil yang maksimal, susu kambing cair yang diolah harus memiliki berat jenis yang tinggi sebab semakin rendah berat jenis susu kambing cair maka semakin sedikit pula susu bubuk yang dihasilkan.

Kemasan dan Kisaran Harga

Apabila Anda berminat untuk mengkonsumsi susu kambing etawa dalam bentuk bubuk ini, Anda perlu mengetahui kemasan dan juga kisaran harga susu kambing bubuk ini. Susu kambing etawa dalam bentuk bubuk biasanya dijual dalam bentuk boks berukuran 200 gram atau sachet berukuran 25 gram. Harga satu boks susu bubuk ini biasanya dibanderol sekitar Rp 25.000,00 – Rp 35.000,00 untuk wilayah Pulau Jawa dan Rp 30.000,00 – Rp 40.000,00 untuk wilayah luar Pulau Jawa. Sedangkan harga susu bubuk dalam kemasan sachet berkisar antara Rp 7.500,00 – Rp 8.500,00 tergantung tempat pembelian. Namun, kemasan sachet ini biasanya dijual per sepuluh sachet sehingga kisaran harganya menjadi antara Rp 75.000,00 – Rp 85.000,00.

Sekian penjelasan yang dapat diberikan mengenai susu kambing yang satu ini. Dengan mempelajari susu bubuk serta proses pengawetannya, Anda tentunya dapat mengawetkan susu kambing etawa sehingga dapat dinikmati dalam jangka waktu yang lebih panjang. Pun semua nutrisi yang terkandung serta manfaat yang dimiliki tidak akan hilang. Akhir kata, selamat menikmati susu kambing etawa bubuk!

Mengenal Susu Kambing Etawa

Susu kambing etawa memang belum begitu dikenal banyak orang. Namun, susu yang satu ini memiliki segudang manfaat dan komposisi nutrisi yang lebih banyak dan lebih lengkap dibandingkan dengan susu yang lain, seperti susu sapi misalnya. Salah satu manfaat yang paling besar adalah susu ini dapat membantu pengobatan berbagai macam penyakit termasuk penyakit berbahaya sekaliber kanker. Tentunya, Anda mulai penasaran dengan susu yang satu ini. Maka, untuk menjawab rasa penasaran tersebut Anda dapat membaca beberapa penjelasan di bawah ini.

Asal-Usul dan Perawakan Kambing Etawa

Perlu diketahui, nenek moyang kambing etawa ini adalah kambing jamnapari yang tinggal di daerah India. Secara khusus, kambing ini diyakini tinggal di daratan sepanjang sungai Cambul dan sungai Jamuna tepatnya di sepanjang Sungai Kwari, Distrik Bhind, Negara Bagian Madya Prades. Bila ditarik lebih jauh, kambing jamnapari ini berasal dari daerah Cakarnagar, Etawah, Negara Bagian Utar Prades.

Pada jaman penjajahan Inggris terhadap India, kambing jamnapari ini dibawa ke Benua Eropa dan dikawinkan dengan kambing lokal Inggris. Dari perkawinan inilah lahir ras baru yang disebut dengan kambing Anglo-Nubian. Kambing ras baru ini kemudian menyebar ke seantero Benua Eropa akibat aktivitas perdagangan dan pelayaran, termasuk ke daerah Belanda dan Amerika. Di Amerika Sendiri, kambing jamnapari diyakini sebagai nenek moyang dari ras kambing American-Nubian.

Kemudian, sewaktu Indonesia dijajah Belanda, kambing jamnapari ini pun dibawa ke Indonesia oleh sepasang suami istri yang diyakini bernama Tuan Hollanda dan Nyonya Netherlandia. Kambing ini dibawa dalam kapal dagang VOC yang dikosongkan dengan sengaja sebab kapal dagang ini akan digunakan untuk mengangkut rempah-rempah dari Nusantara untuk diperdagangakan di Benua Eropa. Tentu saja, penampilan kambing yang satu ini berbeda dari kambing lokal dan menarik perhatian penduduk setempat. Setiap kali ditanya jenis apakah kambing ini, Tuan Hollanda dan Nyonya Netherlandia selalu menjawab demikian, “Kambing Etawah.” Mungkin dikarenakan masalah pengucapan, kambing ini kemudian dikenal oleh penduduk setempat sebagai kambing etawa hingga sekarang.

Dalam paragraf sebelumnya disebutkan bahwa kambing etawa ini menarik perhatian penduduk setempat pada waktu ini. Alasannya adalah kambing ini memiliki perawakan yang berbeda dibandingkan dengan kambing biasa, atau kambing lokal. Adapun ciri-ciri perawakan kambing etawa adalah sebagai berikut:

  1. Berwarna putih bersih
  2. Memiliki bulu yang pendek kecuali di bagian paha belakang
  3. Memiliki hidung yang bengkok
  4. Memiliki tanduk yang menjulang ke atas dan panjang tanduknya dapat mencapai 25 cm
  5. Memiliki kuping yang panjang dan melambai ke bawah
  6. Memiliki leher yang panjang dan kuat
  7. Memiliki ekor yang pendek
  8. Memiliki raut wajah yang selalu tersenyum

Proses Pengolahan

Di negara asalnya, yaitu India, kambing ini dikenal sebagai kambing perah yang memiliki susu berkualitas baik. Dan kualitas susu yang baik ini pun juga dimiliki oleh kambing etawa yang sudah dikembangbiakkan di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, susu kambing ini dalam beberapa waktu terakhir menjadi susu yang dicari banyak orang sebab, sebagaimana disinggung dalam bagian pembuka, susu kambing ini memiliki banyak manfaat dan juga komposisi nutrisi yang lengkap. Namun demikian, di dalam pengolahan susu kambing terdapat kendala mendasar yaitu adanya mikroorganisme perusak yang dapat mengganggu kesegaran susu. Guna mengatasi kendala tersebut, banyak pengolah susu kambing ini melakukan proses yang disebut pasteurisasi (proses mengawetkan air susu dengan cara memanaskannya). Adapun proses pengolahan susu kambing ini akan dijabarkan secara lebih jauh sebagai berikut:

  1. Setelah air susu diperah, air susu dipanaskan pada suhu +/- 65O C agar dapat membunuh mikroorganisme atau bakteri yang dapat merusak susu kambing.
  2. Selanjutnya, setelah selesai dipanaskan air susu ini harus didinginkan secepatnya guna menghambat pertumbuhan mikroorganisme atau bakteri tersebut.
  3. Melalui proses pasteurisasi ini, air susu kambing dapat disimpan selama 5-10 hari dengan kualitas baik.

Mengingat kemajuan teknologi yang pesat, air susu kambing ini sekarang juga tersedia dalam bentuk bubuk. Adapun proses pengolahan air susu kambing dalam bentuk bubuk ini adalah sebagai berikut:

  1. Susu kambing wajib dipanaskan terlebih dahulu.
  2. Sembari dipanaskan, tambahkanlah gula pasir dengan komposisi lebih kurang seperempat hingga setengah berat susu ini. Takaran gula ini tidak boleh terlalu sedikit namun juga tidak boleh terlalu banyak.
  3. Setelah gula dimasukkan, aduklah susu kambing ini hingga mengental dan akhir menjadi butiran-butiran kristal. Dalam tahapan ini, Anda juga dapat menambahkan berbagai macam perisa seperti madu, jahe, vanilla, stroberi, dan lain-lain. Perisa organik lebih diutamakan sebab tidak akan merusak rasa asli susu ini.
  4. Haluskanlah butiran-butiran kristal ini. Untuk menghaluskan butiran kristal tersebut, Anda dapat menggunakan mesin blender ataupun alat-alat alternatif lainnya.

Sekedar informasi, ketika disimpan dalam bentuk bubuk susu kambing ini dapat bertahan hingga kurang lebih empat bulan lamanya.

Sebagaimana sudah disampaikan di atas, susu kambing ini memiliki segudang manfaat yang tentunya patut diacungi jempol. Salah satu manfaat yang sudah diketahui dan diakui adalah menyembuhkan penyakit berbahaya seperti kanker. Adapun manfaat yang lain adalah:

  1. Memperkuat tulang

Susu kambing ini memiliki kandungan kalsium enam kali lebih banyak dibandingkan dengan susu yang lain. Dengan demikian, kandungan kalsium ini pastinya akan memperkuat tulang kita.

  1. Mengobati gangguan pernapasan

Lemak dalam susu kambing ini lebih rendah dibandingkan dengan lemak susu sapi. Akibatnya, lemak yang lembut ini mudah dicerna dan membantu mengurangi penumpukan lendir bagi para penderita gangguan pernapasan.

  1. Membantu kinerja pankreas dalam memproduksi insulin

Dengan adanya kandungan A2-betakasein serta asam amino, kinerja pankreas menjadi terbantu sebab kedua kandungan ini diperlukan di dalam produksi insulin. Pastinya, susu ini menjadi sangat bermanfaat bagi para penderita diabetes.

  1. Menumbuhkembangkan sel-sel otak

Susu kambing ini memiliki vitamin B2 dan B3 yang memiliki kemampuan untuk menumbuhkembangkan sel-sel otak manusia. Jadi, dengan mengkonsumsi susu ini kecerdasan kita juga bertambah. Maka, susu ini pun sangat bagus untuk dikonsumsi anak-anak.

Kemasan dan Kisaran Harga

Bagi Anda yang mulai berminat untuk mengkonsumsi susu kambing ini, susu ini dapat ditemukan dengan mudah sebab tersedia di mana saja. Bahkan, susu kambing ini pun dapat dipesan secara online. Sekedar informasi, untuk sementara ukuran kemasan yang tersedia adalah 200 gram dengan kisaran harga sekitar Rp 25.000,00 – Rp 35.000,00 di Pulau Jawa dan Rp 30.000,00 – Rp 40.000,00 di luar Pulau Jawa. Harga ini biasanya belum disertai dengan ongkos kirim. Dengan mengasumsikan ongkos kirim sebesar Rp 10.000,00 untuk Pulau Jawa dan Rp 20.000,00 untuk luar Pulau Jawa, maka harga akhir susu ini kemungkinan berada di kisaran Rp 35.000,00 – Rp 45.000,00 untuk Pulau Jawa dan Rp 50.000,00 – Rp 60.000,00 untuk luar Pulau Jawa.

Penjelasan di atas tentunya membantu Anda mengenali lebih jauh susu kambing ini beserta dengan manfaatnya. Apabila Anda merasa penasaran, tentunya rasa penasaran tersebut terjawab dengan sendirinya. Namun demikian, satu hal terakhir yang mungkin dapat dilakukan untuk menghilangkan rasa penasaran tersebut adalah mencicip susu kambing ini sendiri. Untuk hal ini, Anda dapat segera mencari atau memesan susu kambing etawa di mana saja.